Kamis 22 Jan 2015 23:41 WIB

Rep: Casilda Amilah/ Red: Sadly Rachman

Sosial Jetlag Tingkatkan Risiko Obesitas dan Diabetes

REPUBLIKA.CO.ID, INGGRIS -- Setelah menjalani padatnya aktivitas di hari kerja, banyak yang mencoba membayar segala utang tidur dengan berbaring seharian di akhir pekan. Ternyata, memiliki pola tidur yang berbeda secara drastis antara hari kerja dengan hari libur dapat menimbulkan dampak negatif bagi kesehatan. 

Menambah jam tidur pada akhir pekan akan membuat bingung jam tubuh seseorang dan membuatnya menderita “social jetlag”, atau kondisi dimana terjadinya bentrokan kronis antara kebutuhan tidur dan jam kerja.

Penelitian mengatakan mereka yang menderita sosial jetlag lebih cenderung menjadi gemuk dibanding mereka yang tidur dengan jumlah waktu yang sama dalam seminggu.

Para ahli dari Medical Research Council menganalisis data dari 800 orang. Peserta yang menambah dua jam tidur pada akhir pekan dilaporkan memiliki peningkatan risiko obesitas dan diabetes. 

Meski begitu, tidak dianjurkan untuk memotong tidur pada akhir pekan jika memang membutuhkannya. Studi sebelumnya telah mengaitkan kurang tidur dengan depresi, kecemasan dan stress.

 

Video Editor & Narator: Casilda Amilah