Sabtu 22 May 2010 02:29 WIB

Rep: Agung Sasongko/ Red: Sadly Rachman

LPPOM MUI: Indonesia sebagai Pusat Halal Dunia

REPUBLIKA.CO.ID, Potensi Indonesia sebagai negara pengembang produk halal belumlah tergarap optimal.Karena itu dibutuhkan semacam penggerak guna memacu perkembangan produk halal di tanah air.Salah satunya melalui pameran bisnis dan makanan halal berlevel international.

Direktur Performax sekaligus Ketua Komite Tetap Kamar Dagang Indonesia (Kadin) Rifda Ammarina, menyatakan Indonesia memiliki potensi pengembangan bisnis produk halal yang cukup besar karena menjadi negara dengan populasi Muslim terbesar dunia. Saat ini, nilai transaksi produk halal di dunia diperkirakannya mencapai 641 miliar dolar AS. Pihaknya optimis bisnis halal di Indonesia bakalan berkembang.

Rifda menilai, meski memiliki sumber daya yang mendudukung, bisnis halal Indonesia kalah bersaing dibandingkan Malaysia. Hal itu ditunjukkan belum banyaknya perusahaan Indonesia yang melakukan ekpansi produk halal dibandingkan perusahaan Malaysia di tingkat internasional. Karena itu, pameran sengaja diselenggarakan untuk mendorong kesadaran masyarakat dan pelaku bisnis di dalam dan luar negeri tentang pentingnya pengembangan bisnis halal di Indonesia.

Sementara itu, Majelis Ulama Indonesia (MUI) akan menggelar pameran bisnis dan makanan halal tingkat internasional yang berlangsung di Balai Sidang Jakarta 23-25 Juli mendatang. Pameran bakal diikuti ratusan peserta dari dalam dan luar negeri dan melibatkan berbagai sektor produk dan jasa seperti bank, asuransi, biro perjalanan, fesyen, maskapai, perusahaan makanan, farmasi, dan lembaga sertifikasi halal.

Foto: indocashregister.com