Selasa 22 Sep 2026 06:30 WIB
Red: tim video
Sebuah insiden terjadi di lepas pantai Singapura ketika kapal curah (bulker) menabrak bagian belakang kapal nelayan asal China di tengah kondisi lalu lintas laut yang padat. Meski sempat terguncang hebat, kapal nelayan yang berukuran lebih kecil tersebut berhasil selamat. Berdasarkan data AIS dari Pole Star Global, peristiwa ini terjadi pada hari Kamis 17 September sekitar pukul 08.00 GMT. Kapal curah First Margaux mulai berlayar dari area labuh jangkar di sisi timur Singapura menuju ke arah barat.
Pada waktu yang hampir bersamaan, kapal nelayan Luqing Yuanyu 108 bertolak dari lokasi berlabuh lain di dekat Sentosa ke arah selatan. Padatnya arus pelayaran di kawasan tersebut membuat ruang bermanuver menjadi sangat terbatas. Kedua kapal tersebut kemudian memasuki jalur arah barat pada Sistem Pemisah Lalu Lintas (Traffic Separation Scheme/TSS) dengan rute menuju Selat Malaka. Kapal Luqing Yuanyu 108 masuk ke jalur TSS di depan First Margaux, sementara kapal curah tersebut bergerak lebih cepat sekitar 2 hingga 3 knot.
Saat berusaha menyalip Luqing Yuanyu 108 dari sisi kiri (port side) kapal nelayan, First Margaux terus mendekat hingga memicu teriakan serta kepanikan dari awak kapal yang menyaksikan kejadian tersebut. Sekitar pukul 09.00 GMT, bagian haluan (bow) kapal First Margaux menghantam bagian belakang lambung kanan (starboard quarter) Luqing Yuanyu 108. Benturan keras tersebut mendorong kapal nelayan hingga melintang, memutarnya, dan memaksanya miring tajam ke sisi kiri (port) sampai air laut mulai menggenangi kapal.
Kapal penangkap ikan tersebut terus memancarkan sinyal AIS dan masih terlihat pada pelacakan hingga Ahad, yang menunjukkan kapal itu selamat dari insiden tersebut dan berhasil mencapai tempat berlabuh terdekat. Tidak ada korban luka maupun korban jiwa yang dilaporkan.
#republika #republikaofficial #cekrepublikaaja #dailynews #kapalcurah