Kamis 14 Nov 2019 21:12 WIB

Rep: Wisnu Aji Prasetiyo/ Red: Sadly Rachman

Hongkong Semakin Memanas

REPUBLIKA.CO.ID, HONGKONG -- Mahasiswa asing dan China Daratan memutuskan mengevakuasi diri setelah demonstrasi terjadi di kampus-kampus Hong Kong, Kamis (14/11). Imbauan dari tiap negara pun bermunculan agar mahasiswa menjaga diri dari kerusuhan yang semakin besar.

Beberapa universitas di Hong Kong menjadi medan pertempuran baru antara demonstran dan petugas keamanan. Hal ini berimbas pada keberadaan mahasiswa asing yang tidak terlibat dalam unjuk rasa tersebut.

Sementara itu, pihak berwenang pun meningkatkan level pengamanan di sekitar Hong Kong setelah terjadinya kekerasan baru. Sejumlah bentrokan pun terus terjadi di kampus-kampus universitas, dan sejumlah besar siswa bergabung dalam protes anti pemerintah, meski Kepala Pemerintahan Hong Kong, Carrie Lam, telah mendesak para mahasiswa untuk mematuhi hukum.

Sebelumnya, unjuk rasa telah dilakukan sejak Juni tentang pembatalan undang-undang ekstradisi, kemudian merambat pada campur tangan Beijing dalam kebebasan di bawah formula "satu negara, dua sistem." Tuduhan kebrutalan polisi sepanjang aksi tersebut juga memicu para pengunjuk rasa memuntahkan kemarahan.

Berikut video lengkapnya.

 

 

Video Editor | Wisnu Aji Prasetiyo