Senin 08 Dec 2014 08:16 WIB

Rep: Casilda Amilah/ Red: Sadly Rachman

Tidur tak Teratur Picu Kecemasan dan Pikiran Negatif

REPUBLIKA.CO.ID, NEW YORK -- Kapan dan lamanya waktu tidur seseorang dapat menyebabkan kecemasan dan memiliki pikiran negatif. Sebuah penelitian terbaru dari Universitas Binghamton, New York, menemukan bahwa seseorang yang tidur larut malam dan jangka waktu tidur yang singkat lebih memungkinkan kewalahan dengan pikiran negatif, dibanding mereka yang memiliki kebiasaan tidur teratur. 

Penelitian sebelumnya juga pernah menghubungkan masalah tidur dengan berpikir negatif. Pada penelitian ini tim Binghamton ingin mengetahui apakah ada hubungan antara waktu seseorang tidur dengan kecemasan.  Untuk penelitian, 100 mahasiswa disurvei tentang seberapa sering mereka khawatir, merenung atau terobsesi tentang sesuatu. Para siswa juga ditanya tentang pola dan kebiasan tidur mereka.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa seseorang yang tidur selama periode waktu yang lebih singkat akan lebih rentan untuk memiliki gangguan pikiran di luar kendali. Mereka lebih cenderung khawatir tentang masa depan dan menyesal dengan masa lalu.

Para ahli mengatakan kebiasan tidur yang buruk tidak hanya dapat mempengaruhi kesehatan mental seseorang, tapi juga kesehatan fisik. Dr Adam Posner, direktur medis dari Advocate Condell Medical Center mengatakan, "Gangguan tidur adalah masalah kesehatan yang serius dan telah terbukti meningkatkan risiko pasien penyakit jantung, hipertensi, stroke, diabetes dan lainnya.

 

Video Editor: Casilda Amilah