Ahad 04 Apr 2021 10:48 WIB

Rep: Adysha Citra Ramadani/ Red: Fian Firatmaja

Tak Pernah Letih Mengedukasi di Tengah Pandemi

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Sejak awal adanya Pneumonia misterius yang meluas di Wuhan, membuat DR dr Erlina Burhan MSc SpP (K) merasakan adanya sesuatu yang perlu diwaspadai. Dokter kelahiran Padang, Sumatra Barat, pada 15 Mei 1963 ini menduga, penyakit ini akan mencapai Indonesia.

Alasannya, pneumonia Wuhan itu dapat menular dari manusia ke manusia. Sementara mobilisasi manusia antar wilayah dan negara sangat tinggi berkat beragam moda transportasi canggih.

Mengantisipasi hal itu, Dr Erlina bersama dengan Perhimpunan Dokter Paru Indonesia (PDPI) menggelar konferensi pers untuk menyampaikan edukasi lebih lanjut mengenai kasus misterius yang kini dikenal sebagai Covid-19.

Erlina aktif terlibat dalam berbagai pertemuan, seminar, hingga kegiatan pembuatan bahan-bahan edukasi soal kasus Covid 19. Bahkan, pada Februari 2020, sebelum kasus Covid-19 pertama kali terkonfirmasi masuk ke Indonesia, Erlina bersama degan PDPI sudah mengambil satu langkah lebih maju dengan membuat buku pedoman diagnosis dan tata laksana pneumonia Covid-19.

Tak hanya bergelut dalam kegiatan edukasi dan kuratif, Erlina ikut sebagai peneliti dalam mengembangkan obat atau terapi definitif untuk Covid-19. Salah satunya adalah penelitian "Penggunaan Umbilical Cord Mesenchymal Stem Cell sebagai terapi pasien Covid-19”. 

Di tengah situasi penanganan Covid-19 yang hectic, Erlina tetap memegang erat komitmennya dalam memberikan edukasi kepada masyarakat terkait perkembangan terbaru Covid-19. Dia pun memanfaatkan waktu istirahatnya di rumah untuk membaca lebih banyak informasi agar bisa memberikan edukasi dengan baik.

 

 

 

 

Videografer | Surya Dinata

Video Editor | Fakhtar Khairon