Jumat 17 Jun 2011 18:22 WIB

Rep: Agung Sasongko/ Red: Sadly Rachman

Hasil Riset Pada Kaum Muda Muslim: Keyakinan Yes, Ibadah No, Benarkah?

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA--Keyakinan kaum muda Muslim Indonesia percaya dengan nilai-nilai dan perilaku Islami tidak bisa diragukan. Namun, keyakinan itu tidak diimbangi praktek sewajarnya.

Hasil survei bersama Lembaga Survei Indonesia (LSI) dan Goethe Institut serta The Freidrich Nauman Fondation For Freedom menyebutkan 90 persen pemuda percaya bahwa Tuhan memiliki peran penting dalam kehidupan mereka. Sementara 60 persennya, menekankan pentingnya untuk menjadi seorang Muslim.

Mereka juga menolak melakukan seks pra nikah (96.2 persen), mengkonsumsi alkohol (88.7 persen) dan narkotika (99.2 persen). Disisi lain, hanya 13.5 persen dari pemuda Muslim yang menolak poligami. Prosentase itu lebih sedikit dari jumlah perempuan muda Muslim yang menolak poligami. Namun, hasil survei lain bergitu bertolak belakang. Disebutkan hanya 28.7 persen pemuda Muslim yang melakukan shalat 5 waktu, sedangkan 59.6 persen pemuda mengatakan selalu berpuasa, dan hanya 11.7 persen mengatakan mereka memahami sebagian besar surat-surat dalam Alquran.

Direktur Urusan Publik, LSI, Burhanudin Murtadi mengatakan pendidikan agama yang diperoleh pemuda Muslim Indonesia banyak didapatkan dari televisi, masjid, keluarga. Bahkan hampir 50 persen pendidikan agama diperoleh dalam berbagai bentuk. Namun, pendidikan itu hanya bersifat doktrinal bukan kontekstual. Akibatnya, mereka (pemuda Muslim) menjalani ibadah agama bila ada unsur kontrol sosial saja.

Meski demikan, Burhan melanjutkan, pemuda Muslim Indonesia tetap menjadikan agama sebagai aset sosio psikologis untuk mendapatkan masa depan yang mereka inginkan di tengah perubahan yang terjadi Indonesia. Selanjutnya, agama oleh pemuda Muslim dianggap memberikan dasar dan energi positif yang kemudian digunakan sebagai sumber kepastian dan kebahagian. ( Klik Video )

 

Photo Stock by Google