Selasa 11 Aug 2026 08:15 WIB
Red: tim video
Sedikitnya 111 orang tewas dan 87 lainnya terluka setelah gempa bumi berkekuatan 7,4 magnitudo mengguncang sejumlah besar wilayah di Kolombia bagian barat. Dinas Geologi Kolombia pada Senin 10 Agustus 2026 mengatakan, gempa itu merupakan gempa dengan magnitudo tertinggi yang tercatat di Kolombia dalam satu dekade terakhir. Puluhan bangunan runtuh di sejumlah kota, menyebabkan warga terjebak di bawah reruntuhan. Warga juga terpaksa mengungsi dari rumah mereka, bahkan hingga ke wilayah yang jauh seperti ibu kota Bogota. Presiden Kolombia yang baru dilantik, Abelardo de la Espriella, menetapkan status darurat untuk mempercepat pencairan dana pemulihan pascagempa. Ia juga mengatakan akan mengunjungi wilayah yang terdampak bencana. “Kami tidak akan membiarkan masyarakat sendirian. Mereka ada di hati kami dan kami akan membantu mereka dengan segenap tekad,” ujarnya, sebagaimana laporan Aljazeera. Menurut United States Geological Survey (USGS) dan Dinas Geologi Kolombia, gempa terjadi di dekat wilayah administratif San Jose del Palmar, di Provinsi Choco, sekitar 400 kilometer sebelah barat Bogota. USGS menyebut gempa tersebut terjadi pada kedalaman sekitar 107 kilometer. Sistem peringatan tsunami Amerika Serikat menyatakan tidak ada peringatan tsunami. Sementara itu, Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia melalui KBRI Bogota terus memantau perkembangan situasi pascagempa yang terjadi itu dan telah menjalin komunikasi dengan WNI yang berada di sejumlah wilayah terdampak. Berdasarkan pemantauan KBRI Bogota, seluruh WNI di Kolombia dilaporkan dalam kondisi aman. KBRI Bogota menyatakan bakal terus memantau perkembangan situasi dan berkoordinasi dengan WNI di wilayah terdampak. Video editor: Hirzi Produser: Ronggo Astungkoro #republika #dailynews #gempabumi #cekrepublikaaja #republikaofficial