Kamis 30 Jul 2026 14:15 WIB

Red: tim video

Polisi Ajudan Ketua KPK Terseret Kasus Korupsi Bupati Pemalang

Penangkapan Bupati Pemalang Anom Widiyantoro oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) pada Selasa (28/7/2026) turut menyeret salah satu petugas polisi yang bertugas di lembaga antirasywah tersebut. Yang bersangkutan merupakan ajudan pimpinan KPK dan disebut melakukan pemerasan untuk membocorkan penanganan perkara.

KPK mengatakan kasus dugaan korupsi yang menjerat Bupati Pemalang Anom Widiyantoro dan tiga tersangka lainnya yang diumumkan hari ini terdiri atas dua klaster. “Tadi malam telah dilakukan ekspose (gelar perkara), dan diputuskan bahwa atas perkara ini naik ke tahap penyidikan untuk dua klaster perkara,” kata Juru Bicara KPK Budi Prasetyo di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta, Kamis 30 Juli 2026.

Budi menjelaskan klaster pertama terkait dugaan pemerasan yang dilakukan Anom Widiyantoro terhadap jajaran Pemerintah Kabupaten Pemalang hingga pihak swasta. “Klaster kedua, yakni terkait dengan dugaan pemerasan yang dilakukan oleh oknum KPK kepada Bupati Pemalang,” katanya melanjutkan.

Info yang diperoleh Republika, kronologi penangkapan itu bermula dari penyelidikan yang dilakukan KPK atas kasus jual beli jabatan dan pengadaan barang dan jasa di Pemkab Pemalang. Pekan lalu, kasus itu sudah disusun surat perintah dimulainya penyelidikan (sprinlidik).

Editor: Fitriyan Zamzami
Video editor: Hirzi
Produser: Ronggo Astungkoro

#republika #dailynews #kpk #cekrepublikaaja #republikaofficial

Terkait

Terpopuler