Selasa 21 Jul 2026 21:45 WIB
Red: tim video
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprediksi bahwa musim kemarau pada tahun 2026 akan berlangsung lebih kering dan lebih panjang dari biasanya. Kondisi ini berpotensi kuat memicu ancaman kekeringan di berbagai wilayah di Indonesia. Koordinator Bidang Analisis Variabilitas Iklim BMKG, Supari menyampaikan, indikasi awal kekeringan sudah mulai terlihat dari data curah hujan terkini. "Berdasarkan hasil analisis BMKG untuk curah hujan di bulan Juni, sebanyak 51 persen wilayah mengalami curah hujan di bawah normal. Artinya, sebanyak 51 persen wilayah Indonesia itu curah hujannya lebih kering dari biasanya, sehingga ini menjadi indikasi awal adanya kekeringan yang akan kita rasakan di tahun ini," jelas Supari. Lebih lanjut, BMKG telah mengidentifikasi sejumlah wilayah yang diprediksi akan mengalami kondisi curah hujan rendah dan berpotensi mengalami kekeringan parah dalam periode bulan Juli hingga Oktober mendatang. Wilayah-wilayah yang terdampak meliputi: • Sumatera bagian selatan • Pulau Jawa • Bali, Nusa Tenggara Barat (NTB), dan Nusa Tenggara Timur (NTT) • Kalimantan bagian selatan • Sebagian besar wilayah Sulawesi • Maluku dan Maluku Utara • Pulau Papua bagian barat dan selatan Video editor: Hirzi Produser: Eko Supriyadi #republika #dailynews #elnino #cekrepublikaaja #republikaofficial