Sabtu 20 Dec 2025 07:43 WIB
Rep: Ahmad Syalaby Ichsan,Thoudy Badai/ Red: Agung Sasongko
REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Ribuan kayu gelondongan masih memenuhi halaman Pondok Pesantren Darul Mukhlisin, Dusun Sejahtera, Desa Menanggini, Kabupaten Aceh Tamiang, Aceh, Jumat 19 Desember 2025. Kayu-kayu tersebut masih mengepung pesantren setelah dibawa arus banjir bandang yang menimpa Aceh Tamiang pada akhir November 2025 lalu.
Pantauan Republika, kayu-kayu besar sepanjang dua hingga tiga meter menumpuk di halaman pesantren hingga menutupi kali kecil. Sebagian besar kayu tampak sudah tidak utuh lagi. Beberapa kayu utuh yang bernomor merah sudah dilingkari garis polisi. Pintu masuk pesantren juga dipasang garis kuning. Meski demikian, banyak warga bisa memasuki pagar besi pesantren yang sudah bolong di bagian pinggir. Kayu-kayu itu menyeberang hingga ke seberang jalan.
Hanya saja, ukuran kayu yang mengumpul di luar pesantren terbilang lebih kecil ketimbang di dalam pagar. Menurut pengakuan warga, belum ada aparat yang membersihkan kayu-kayu tersebut. Salah satu pengasuh pesantren, Mahmuri, mengungkapkan, kayu gelondongan tersebut belum datang pada hari pertama banjir. Dia menuturkan, pada 26 November, saat air mulai masuk ke dusun tersebut, para orangtua murid mulai menjemput wali santri dari pesantren. Para guru pun mulai mengungsi ke kediaman pemilik yayasan pada keesokan harinya.
“Kita baru melihat kayu gelondongan itu saat diberitahu warga kalau banyak kayu di pesantren. Itu tanggal 29 pagi, mungkin kayunya masuk tanggal 28 malam,”kata Mahmuri.